Tampilkan postingan dengan label Al-Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Al-Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, 20 September 2012

Yukk Shalat DHUHA..!!!!


Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alihi wa sallam bersabda,
“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah (ada 360 persendian). Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at.” (HR. Muslim no.  720)
DOA SHALAT DHUHA
“Wahai Tuhanku, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagunan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu, Wahai Tuhanku, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (Wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hambaMu yang soleh”.


Ponpes Wirausaha Rinjani
Rinjniotomotif.blogspot.com

Senin, 14 Maret 2011

MARI BERDAKWAH !!!


by:ahmadovic
Dakwah suatu kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kita, dakwah menurut bahasa artinya mengajak atau menyeru, sedangkan menurut pengertian yang lebih khusus dakwah berarti mengajak dan menyeru manusia kejalan ALLAH. Adapun Orang-orang yang kita ajak/ dakwahi adalah semua orang disekitar kita ,orang kafir agar mendapat hidayah iman dari ALLAH SWT bahkan Muslim yang lain karena masih banyak Muslim yang melanggar ajaran Islam.

Dakwah bukan hanya sebatas ceramah agama atau tabligh akbar, tetapi semua upaya kita agar tercapai kepada tujuan-tujuan dakwah juga disebut sebagai dakwah. Dengan begini semua orangpun bisa berdakwah, bukan hanya para Ustadz dan para Kiai saja, tentu saja sesuai dengan kapasitas dan kemampuan kita masing-masing.
Rasulullah SAW bersabda: "Sampaikan dariku meski hanya satu ayat." artinya jika kita tahu satu ayat, sampaikan satu ayat. Jika kita tahu dua ayat sampaikan dua ayat. Jangan sampai kita tahu satu ayat atau lebih kita hanya diam saja atau bahkan menyembunyikannya.

ALLAH berfirman: "Sesungguhnya manusia tetap dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan beramal shaleh dan saling ingat-mengingatkan untuk berbuat yang benar dan saling ingat-mengingatkan untuk bersabar." (QS. Al-'Ashr 2-3).
Selain kewajiban dakwah juga punya beberapa keutamaan, diantaranya:

1. Kerja dakwah yang disandarkan kepada para Nabi dan Rasul adalah suatu keutamaan, sebab mereka adalah manusia yang paling utama dan mulia. Firman ALLAH: "Katakanlah (hai Muhammad): 'inilah jalanku, aku dan orang-orang yang mengikutiku berdakwah kepada ALLAH denganhujjah yang nyata. Maha Suci ALLAH dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik". (QS. Yusuf: 108).
Ayat ini menegaskan bahwa orang-orang yang mengikuti Rasulullah adalah orang-orang yang mengambil dakwah sebagai jalan hidupnya, Maka "berdakwahlah!" jika ingin mengikuti Rasulullah.

2. Dakwah adalah amal perbuatan yang terbaik. Firman ALLAH: "Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang berdakwah (menyeru) kepada ALLAH, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: "Sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang berserah diri?" (QS. Fushilat [41]: 33).

3. Simaklah sabda-sabda Rasulullah berikut ini.
"Orang yang menunjukkan kepada kebaikan, seperti orang yang melakukannya." (HR. Ahmad, Abu Ya'la, dan Ibnu Abid Dunya)
"Siapa yang mencontohkan perbuatan baik dalam Islam, lalu perbuatan itu setelahnya dicontoh (orang lain), maka akan dicatat pahala untuknya pahala seperti pahala orang yang mencontohnya tanpa dikurangi sedikitpun pahala mereka yang mencontohnya." (HR Muslim dari Jarir bin Abdillah Radiyallahu'anhu))
"Demi ALLAH, sesungguhnya ALLAH menunjuki seseorang karena (dakwah)mu maka itu lebih baik bagimu daripada unta merah." (Bukhari, Muslim, dan Ahmad). Unta merah adalah kendaraan yang paling mewah dan paling dibanggakan dizaman Rasulullah.

Rasululullah berkata kepada Ali Radiyallahu'anhu: "Wahai Ali, sesungguhnya ALLAH SWT menunjuki seseorang dengan usaha kedua tanganmu, maka itu lebih baik bagimu dari tempat manapun yang matahari terbit diatasnya (lebih baik dari dunia dan isinya)." (HR Al-Hakim dalam Al-Mustadrak).
"Sesungguhnya ALLAH SWT memberi banyak kebaikan, para malaikat-NYA, penghuni langit dan bumi, sampai semut-semut dilubangnya dan ikan-ikan selalu mendoakan orang-orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain." (HR Tirmidzi dan Abu Umamah Al-Bahili). SUBHANALLAH, bayangkan berapa jumlah malaikat semut dan ikan di dunia ini, betapa besar kebaikan yang didapat oleh seorang pendakwah (da'i) dengan do'a mereka semua.

4. Selain untuk menasehati orang lain, dakwah pada saat yang sama juga sebagai nasehat untuk diri sendiri, maka sebelum dakwah itu bermanfaat untuk orang lain, lebih baik materi dakwah tersebut sudah bermanfaat bagi diri sang pendakwah. Dakwah juga menimbulkan rasa malu kepada Allah, diri sendiri, dan orang lain. Ia akan malu apabila yang ia dakwahkan tidak diterapkan dahulu pada dirinya. Hal ini merupakan faktor positif sehingga seseorang bisa menjadi orang yang baik.

5. Dakwah merupakan penyelamat dari azab ALLAH. Firman ALLAH SWT: "Mengapa kamu menasehati kaum yang ALLAH akan membinasakan mereka atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras. "Mereka menjawab: "Agar kami mempunyai alasan (pelepas tanggung jawab) kepada Tuhanmu, dan supaya mereka bertaqwa. Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, KAMI selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan jahat dan KAMI timpakan kepada orang-orang yang zalim siksaan yang keras, disebabkan mereka selalu berbuat fasik." (Al-A'raf [7]: 163-164)
Allah SWT berfirman: " Dan peliharalah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja diantara kamu, dan ketauhilah bahwa ALLAH amat keras siksaan-Nya." (QS Al-Anfal [8]: 25).
Do'a-do'a kita tidak lagi didengar oleh ALLAH, jika dakwah kita terhenti ditengah-tengah masyarakat. Rasulullah bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku berada di tangan-NYA, kalian harus melakukan amar ma'ruf dan nahi munkar, atau ALLAH akan menurunkan hukuman dari-NYA dan DIA tidak mengabulkan doa kalian." (HR Tirmidzi, beliau berkata: "Hadits ini hasan").

6. Dakwah juga jalan menuju Khairu Ummah (umat terbaik). ALLAH SWT berfirman: "Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada ALLAH. Sekiranya ahli kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik." (QS Ali "imran [3]: 110).
Demikianlah beberapa keutamaan dalam berdakwah, semoga bisa membangkitkan diri kita bahwa dakwah itu lebih dari suatu kewajiban melainkan suatu kebutuhan bagi diri kita. Untuk itu mari berdakwah menurut kemampuan kita masing-masing !. ALLAHUAKBAR...

TIPS-TIPS MERAIH CINTA

love rinjani skill development center
by: Ahmdvc

Kebanyakan dari kita akan mengartikan arti "cinta" dengan hubungan spesial antara laki-laki dengan perempuan, sebenarnya arti cinta yang sesungguhnya lebih luas dari itu.
Rasulullah SAW banyak mengajarkan umatnya untuk saling mencintai dan mengasihi, sehingga dalam kehidupan sehari-hari akan ada rasa cinta.
Ada beberapa ajaran Rasulullah sebagai tips untuk meraih cinta.

1. Menebarkan salam.
Rasulullah bersabda: "Kamu sekalian tidak akan masuk surga sebelum beriman, dan kamu sekalian tidaklah beriman sebelum saling mencintai. Maukah kalian aku tunjukkan sesuatu yang apabila kamu kerjakan niscaya kamu sekalian akan saling mencintai? yaitu sebarkanlah salam diantara kamu sekalian." (HR. Muslim).
Ucapan salam punya daya magnet yang luar biasa bahkan kita pun bisa merasakan dan membuktikannya, sampai-sampai hati kita menjadi damai dan sejuk, saat mendengar orang lain mengucapkan salam, meskipun dalam tersebut tidak tertuju kepada kita.

2. Khafdus Shaut (Merendahkan suara)
Kita akan mendapatkan kasih sayang Allah dengan merendahkan suara, dan dengan berkata sopan pula merupakan salah satu bentuk kasih sayang terhadap orang lain. Rasulullah bersabda:
"Orang-orang yang mengasihi akan dikasihi Ar-Rahman. Sayangilah orang yang berada di muka bumi, pasti yang dilangit akan mengasihimu."
"Tidak termasuk umatku, orang yang tidak menghormati orang tua dan tidak menyayangi yang muda."
Salah satu bentuk kecintaan adalah berkata sopan dan merendahkan suara terhadap yang tua dan mengasihi terhadap yang muda. Allahua'lam

3. Dzikir
Allah SWT berfirman: "Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan Dzikrullah. Ingatlah dengan berdzikir hati menjadi tenteram." (QS. Ar-Ra'du: 28).
Kita merasa bahagia mencintai Ibu, Ayah, Anak, Istri atau Suami kita. Subhanallah, betapa bahagianya saat kita bisa mencintai yang menciptakan cinta itu.

4. Memberi Hadiah.
"Saling memberikan hadiahlah niscaya kamu akan saling mencintai." (HR Bukhari).
"Berilah hadiah, karena hadiah mendatangkan cinta kasih dan menghilangkan rasa benci." (HR Ad-Dailami)

5. Memahami Orang lain.
Rasulullah sering mengingatkan agar umatnya punya rasa saling memahami (tafahum) sehingga akan meningkatkan rasa ukhuwah islamiyah, sehingga timbullah kemauan untuk saling bekerjasama dilanjutkan menjadi mendahulukan kepentingan orang lain daripada kepentingan sendiri, itulah tingkatan tertinggi dalam ukhuwah.

6. Silaturrahim.
Ali RA meriwayatkan dalam sebuah hadits, Rasulullah bersabda: "Barangsiapa yang mengambil tanggungjawab suatu perkara, aku akan menjaminnya empat perkara. Barang siapa bersilaturrahmi umurnya akan dipanjangkan, kawan-kawannya akan cinta kepadanya, rezekinya akan dilapangkan, dan dia aman masuk surga." (Kanzul 'Ummal).
Allah akan membalas didunia bagi orang yang menyambung silaturrahim, diantaranya: kedekatan kepada Allah, diluaskan rizqinya, dipanjangkan umurnya, dimakmurkan rumahnya, mati khusnul khatimah, dicintai Allah dan dicintai keluarga.

7. Zuhud.
Rasulullah bersabda: "Zuhudlah terhadap apa yang ada didunia, maka Allah akan mencintaimu. Dan zuhudlah terhadap apa yang ada disisi manusia, maka manusiapun akan mencintaimu." (HR Ibnu Majjah, Tabrani, Ibnu Hibban dan Al-Hakim).
InsyaAllah rasa cinta dan kasih sayang sdiantara umat Islam semakin erat apabila kita mengamalkanpesan-pesan Rasulullah diatas. Dan indahnya hidup dengan cinta akan mudah kita rasakan. (Ahmdvc)


Jumat, 04 Maret 2011

Ma'rifatul Al-Islam (معرفة الإسلام)

Ketika Allah SWT menjadikan Islam sebagai jalan kehidupan bagi kaum muslimin, tentulah Allah sudah mengetahui akan berbagai hal yang akan dihadapi oleh manusia (baca; kaum muslimin) itu sendiri. Karena Islam menginginkan adanya penyelesaian dan kedamaian atas segala hal yang menimpa manusia dalam kehidupan mereka. Dan seperti itulah sesungguhnya profil al-Islam. Islam merupakan pegangan hidup manusia yang mampu mengantarkan mereka pada kebahagiaan hakiki, baik di dunia maupun di akhirat, serta mampu mengentaskan segala problematika yang mereka hadapi.
           
Sejarah telah memperlihatkan kepada kita, betapa Islam mampu menjadi poros dunia yang memimpin serta menguasai peradaban dalam waktu yang relatif lama. Dan jika diperhatikan, kejayaan dan kemajuan Islam sangat identik dengan kekomitmenan mereka terhadap Islam. Demikian juga sebaliknya, ketika komitmen tersebut telah meluntur maka kejayaan Islampun mulai pudar, seiring pudarnya keimanan kaum muslimin. Rasulullah SAW dalam sebuah haditsnya telah mengingatkan kepada kita:
قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : تَرَكْتُ فِيْكُمْ أَمْرَيْنِ لَنْ تَضِلُّوا مَا تَمَسَّكْتُمْ بِهِمَا كِتَابَ اللهِ وَسُنَّةَ نَبِيِهِ
(وراه مالمك)
Rasulullah SAW bersabda, ‘Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, yang kalian tidak akan pernah tersesat selagi masih berpegang teguh pada keduanya; yaitu kitabullah (al-Qur’an) dan sunah nabinya (al-Hadits).’ (HR. Imam Malik)

Kemunduran kaum muslimin juga merupakan bagian dari ‘kesesatan’ sebagaimana yang digambarkan oleh Rasulullah SAW dalam hadits di atas. Karena dalam kondisi mundur, sangat mudah bagi musuh-musuh Islam untuk melancarkan berbagai hujaman kepada Islam, baik berbentuk politik, ekonomi, militer, pendidikan dan lain sebagainya, sebagaimana yang terjadi sekarang ini. Kemudian kemunduran seperti inipun disebabkan karena mengendurnya komitmen kaum muslimin terhadap Islam. Untuk itulah, perlu kiranya bagi kita untuk mengkaji ulang tentang hakekat dinul Islam secara utuh dan menyeluruh agar kita dapat kembali meraih kejayaan yang telah hilang dari tangan kita.

Mengenal Islam

          Dari segi bahasa, Islam berasal dari kata aslama yang berakar dari kata salama. Kata Islam merupakan bentuk mashdar (infinitif) dari kata aslama ini.
الإسلام مصدر من أسلم  يسلم  إسلاما
Ditinjau dari segi bahasanya yang dikaitkan dengan asal katanya, Islam memiliki beberapa pengertian, diantaranya adalah:
1.   Berasal dari ‘salm’  (السَّلْم)  yang berarti damai.
Dalam al-Qur’an Allah SWT berfirman (QS. 8 : 61)

وَإِنْ جَنَحُوا لِلسَّلْمِ فَاجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakkallah kepada Allah. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Kata ‘salm’ dalam ayat di atas memiliki arti damai atau perdamaian. Dan ini merupakan salah satu makna dan ciri dari Islam, yaitu bahwa Islam merupakan agama yang senantiasa membawa umat manusia pada perdamaian. Dalam sebuah ayat Allah SWT berfirman : (QS. 49 : 9)

وَإِنْ طَائِفَتَانِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ اقْتَتَلُوا فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا فَإِنْ بَغَتْ إِحْدَاهُمَا عَلَى الأُخْرَى فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي حَتَّى تَفِيءَ إِلَى أَمْرِ اللَّهِ فَإِنْ فَاءَتْ فَأَصْلِحُوا بَيْنَهُمَا بِالْعَدْلِ وَأَقْسِطُوا إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
“Dan jika ada dua golongan dari orang-orang mu'min berperang maka damaikanlah antara keduanya. Jika salah satu dari kedua golongan itu berbuat aniaya terhadap golongan yang lain maka perangilah golongan yang berbuat aniaya itu sehingga golongan itu kembali kepada perintah Allah; jika golongan itu telah kembali (kepada perintah Allah), maka damaikanlah antara keduanya dengan adil dan berlaku adillah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.”

Sebagai salah satu bukti bahwa Islam merupakan agama yang sangat menjunjung tinggi perdamaian adalah bahwa Islam baru memperbolehkan kaum muslimin berperang jika mereka diperangi oleh para musuh-musuhnya. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman: (QS. 22 : 39)

أُذِنَ لِلَّذِينَ يُقَاتَلُونَ بِأَنَّهُمْ ظُلِمُوا وَإِنَّ اللَّهَ عَلَى نَصْرِهِمْ لَقَدِيرٌ

“Telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka itu.”

2.   Berasal dari kata ‘aslama’ (أَسْلَمَ) yang berarti menyerah.
Hal ini menunjukkan bahwa seorang pemeluk Islam merupakan seseorang yang secara ikhlas menyerahkan jiwa dan raganya hanya kepada Allah SWT. Penyerahan diri seperti ini ditandai dengan pelaksanaan terhadap apa yang Allah perintahkan serta menjauhi segala larangan-Nya. Menunjukkan makna penyerahan ini, Allah berfirman dalam al-Qur’an: (QS. 4 : 125)
وَمَنْ أَحْسَنُ دِينًا مِمَّنْ أَسْلَمَ وَجْهَهُ لِلَّهِ وَهُوَ مُحْسِنٌ وَاتَّبَعَ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلاً
“Dan siapakah yang lebih baik agamanya daripada orang yang ikhlas menyerahkan dirinya kepada Allah, sedang diapun mengerjakan kebaikan, dan ia mengikuti agama Ibrahim yang lurus? Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayanganNya.”

Sebagai seorang muslim, sesungguhnya kita diminta Allah untuk menyerahkan seluruh jiwa dan raga kita hanya kepada-Nya. Dalam sebuah ayat Allah berfirman: (QS. 6 : 162)

قُلْ إِنَّ صَلاَتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ
“Katakanlah: "Sesungguhnya shalatku, ibadatku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.”

Karena sesungguhnya jika kita renungkan, bahwa seluruh makhluk Allah baik yang ada di bumi maupun di langit, mereka semua memasrahkan dirinya kepada Allah SWT, dengan mengikuti sunnatullah-Nya. Allah berfirman: (QS. 3 : 83) : 

أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

“Maka apakah mereka mencari agama yang lain dari agama Allah, padahal kepada-Nya-lah berserah diri segala apa yang di langit dan di bumi, baik dengan suka maupun terpaksa dan hanya kepada Allahlah mereka dikembalikan.”

Oleh karena itulah, sebagai seorang muslim, hendaknya kita menyerahkan diri kita kepada aturan Islam dan juga kepada kehendak Allah SWT. Karena insya Allah dengan demikian akan menjadikan hati kita tentram, damai dan tenang (baca; mutma’inah).

3.   Berasal dari kata istaslama–mustaslimun (اسْتَسْلَمَ - مُسْتَسْلِمُوْنَ): penyerahan total kepada Allah.
Dalam Al-Qur’an Allah berfirman (QS. 37 : 26)
بَلْ هُمُ الْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُونَ
“Bahkan mereka pada hari itu menyerah diri.”

Makna ini sebenarnya sebagai penguat makna di atas (poin kedua). Karena sebagai seorang muslim, kita benar-benar diminta untuk secara total menyerahkan seluruh jiwa dan raga serta harta atau apapun yang kita miliki, hanya kepada Allah SWT. Dimensi atau bentuk-bentuk penyerahan diri secara total kepada Allah adalah seperti dalam setiap gerak gerik, pemikiran, tingkah laku, pekerjaan, kesenangan, kebahagiaan, kesusahan, kesedihan dan lain sebagainya hanya kepada Allah SWT. Termasuk juga berbagai sisi kehidupan yang bersinggungan dengan orang lain, seperti sisi politik, ekonomi, pendidikan, sosial, kebudayaan dan lain sebagainya, semuanya dilakukan hanya karena Allah dan menggunakan manhaj Allah. Dalam Al-Qur’an Allah berfirman (QS. 2 : 208)

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلاَ تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.”

Masuk Islam secara keseluruhan berarti menyerahkan diri secara total kepada Allah dalam melaksanakan segala yang diperintahkan dan dalam menjauhi segala yang dilarang-Nya.

4.   Berasal dari kata ‘saliim’ (سَلِيْمٌ) yang berarti bersih dan suci.
Mengenai makna ini, Allah berfirman dalam Al-Qur’an (QS. 26 : 89):
إِلاَّ  مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
“Kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih.”

Dalam ayat lain Allah mengatakan (QS. 37: 84)
إِذْ جَاءَ رَبَّهُ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ
“(Ingatlah) ketika ia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci.”

Hal ini menunjukkan bahwa Islam merupakan agama yang suci dan bersih, yang mampu menjadikan para pemeluknya untuk memiliki kebersihan dan kesucian jiwa yang dapat mengantarkannya pada kebahagiaan hakiki, baik di dunia maupun di akhirat. Karena pada hakekatnya, ketika Allah SWT mensyariatkan berbagai ajaran Islam, adalah karena tujuan utamanya untuk mensucikan dan membersihkan jiwa manusia. Allah berfirman: (QS. 5 : 6)

مَا يُرِيدُ اللَّهُ لِيَجْعَلَ عَلَيْكُمْ مِنْ حَرَجٍ وَلَكِنْ يُرِيدُ لِيُطَهِّرَكُمْ وَلِيُتِمَّ نِعْمَتَهُ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ
“Allah sesungguhnya tidak menghendaki dari (adanya syari’at Islam) itu hendak menyulitkan kamu, tetapi sesungguhnya Dia berkeinginan untuk membersihkan kamu dan menyempurnakan ni`mat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.”

5.   Berasal dari ‘salam’ (سَلاَمٌ) yang berarti selamat dan sejahtera.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an: (QS. 19 : 47)
قَالَ سَلاَمٌ عَلَيْكَ سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّي إِنَّهُ كَانَ بِي حَفِيًّا
Berkata Ibrahim: "Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.

Maknanya adalah bahwa Islam merupakan agama yang senantiasa membawa umat manusia pada keselamatan dan kesejahteraan. Karena Islam memberikan kesejahteraan dan juga keselamatan pada setiap insan.

Adapun dari segi istilah, (ditinjau dari sisi subyek manusia terhadap dinul Islam), Islam adalah ‘ketundukan seorang hamba kepada wahyu Ilahi yang diturunkan kepada para nabi dan rasul khususnya Muhammad SAW guna dijadikan pedoman hidup dan juga sebagai hukum/ aturan Allah SWT yang dapat membimbing umat manusia ke jalan yang lurus, menuju ke kebahagiaan dunia dan akhirat.’
          Definisi di atas, memuat beberapa poin penting yang dilandasi dan didasari oleh ayat-ayat Al-Qur’an. Diantara poin-poinnya adalah:
1.   Islam sebagai wahyu ilahi (الوَحْيُ اْلإِلَهِي)
Mengenai hal ini, Allah berfirman QS. 53 : 3-4 :
وَمَا يَنْطِقُ عَنِ الْهَوَى * إِنْ هُوَ إِلاَّ وَحْيٌ يُوحَى
“Dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur'an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).”

2.   Diturunkan kepada nabi dan rasul (khususnya Rasulullah SAW) (دِيْنُ اْلأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ)
Membenarkan hal ini, firman Allah SWT (QS. 3 : 84)
قُلْ آمَنَّا بِاللَّهِ وَمَا أُنْزِلَ عَلَيْنَا وَمَا أُنْزِلَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ وَيَعْقُوبَ وَالأَسْبَاطِ وَمَا أُوتِيَ مُوسَى وَعِيسَى وَالنَّبِيُّونَ مِنْ رَبِّهِمْ لاَ نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِنْهُمْ  وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ
“Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma`il, Ishaq, Ya`qub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, `Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri."

3.   Sebagai pedoman hidup (مِنْهَاجُ الْحَيَاةِ)
Allah berfirman (QS. 45 : 20)
هَذَا بَصَائِرُ لِلنَّاسِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ
Al Qur'an ini adalah pedoman bagi manusia, petunjuk dan rahmat bagi kaum yang meyakini.

4.   Mencakup hukum-hukum Allah dalam Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah SAW
(أَحْكَامُ اللهِ فِيْ كِتَابِهِ وَسُنَّةُ رَسُوْلِهِ)
Allah berfirman (QS. 5 : 49-50)
وَأَنِ احْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلاَ تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ وَاحْذَرْهُمْ أَنْ يَفْتِنُوكَ عَنْ بَعْضِ مَا أَنْزَلَ اللَّهُ إِلَيْكَ فَإِنْ تَوَلَّوْا فَاعْلَمْ أَنَّمَا يُرِيدُ اللَّهُ أَنْ يُصِيبَهُمْ بِبَعْضِ ذُنُوبِهِمْ وَإِنَّ كَثِيرًا مِنَ النَّاسِ لَفَاسِقُونَ *  أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللَّهِ حُكْمًا لِقَوْمٍ يُوقِنُونَ
“Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?”

5.   Membimbing manusia ke jalan yang lurus. (الصِّرَاطُ الْمُسْتَقِيْمُ)
Allah berfirman (QS. 6 : 153)
وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ وَلاَ تَتَّبِعُوا السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَنْ سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُمْ بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
“Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepadamu agar kamu bertakwa.”

6.   Menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.(سَلاَمَةُ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ)
Allah berfirman (QS. 16 : 97)
مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.